Kamis, 06 April 2017

PERAN AMERIKA SERIKAT DALAM PERANG DUNIA I DAN PERANG DUNIA II

Sejarah adalah mempelajari pengalaman masa lalu untuk dijadikan pelajaran untuk masa depan agar kita tidak jatuh kedalam kesalahan yang sama pada masa depan.




BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Perang merupakan suatu hal yang penting dalam sejarah umat manusia di dunia ini perang besar pernah terjadi beberapa kali dan ada dua yang termasuk tingkat perang dunia. Perang Dunia I terjadi tahun 1914-1918, sementara yang kedua terjadi pada 1939-1945. Kedua perang tersebut melibatkan sebuah negara yang kini merupakan satu-satunya negara superpower setelah runtuhnya Uni Soviet, yaitu Amerika Serikat.
Amerika Serikat pada perang dunia I merupakan negara yang netral. Dimana Amerika Serikat tidak memihak pihak-pihak yang berperang, khususnya pihak yang berasal dari Eropa. Namun dalam kenyataan Amerika Serikat kurang bisa menjaga sifat netralnya, hal ini terbukti dengan adanya kegiatan jual beli senjata yang melibatkan Amerika Serikat, Italia dan Ethoupia. Sehingga hal ini sedikit banyak mendorong Amerika Serikat ikut terjun dalam perang Dunia yang tengah berkecambuk. Yang pada akhirnya, Amerika serikat dengan terang-terangan mendeklamasikan diri sebagai salah satu pihak yang ikut berperang dalam Perang Dunia II dan bergabung dengan pihak Sekutu.
Perang Dunia I merupakan perang global terpusat di Eropa pada 28 Juli 1914-11 November 1918 yang bermula dari Semenanjung Balkan. Perang Dunia I disebut juga dengan Perang Besar (Great War) yang melibatkan semua kekuatan besar dunia yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan yaitu Kekuatan Sekutu (Triple Entente yang terdiri dari Britania Raya, Perancis dan Rusia) dan Kekuatan Sentral (Triple Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria dan Italia).
Perang Dunia II adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan yaitu Sekutu dan Poros  dan Amerika Serikat menyatakan mereka tidak ingin terlibat serta Sebagian besar warga Amerika merasa Amerika Serikat sebaiknya tetap netral.
Pada Perang Dunia II Jepang mengebom Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 Akibatnya, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Blok Poros (Jerman, Jepang, dan Italia). Amerika Serikat terlibat dalam dua front, yaitu Front Pasifik melawan Jepang, dan Front Eropa dan Afrika melawan Jerman dan Italia.
Amerika Serikat dengan cepat melakukan mobilisasi rakyat dan seluruh kapasitas industrinya. Pada tanggal 6 Januari 1942, Presiden Roosevelt mengumumkan target produksi yang mengejutkan. Tahun itu ditargetkan harus selesai 60.000 pesawat, 45.000 tank, 20.000 meriam anti pesawat, dan 18 juta ton pengiriman niaga.seluruh kegiatan nasional yang meliputi pertanian, manufaktur, pertambangan, perdagangan, tenaga kerja, investasi, komunikasi, bahkan pendidikan dan kegiatan budaya berlangsung di bawah pengawasan baru yang menyeluruh.
Tanggal 6 Agustus pesawat Amerika Serikat, Enola Gay menjatuhkan bom atom ke kota Hiroshima. Tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan kali ini di Nagasaki. Bangsa Amerika lega karena bom tersebut mempercepat proses berakhirnya perang. Tanggal 14 Agustus, Jepang menyetujui syarat syarat yang ditetapkan Postdam dan pada Tanggal 2 September 1945, Jepang secara resmi menyerah.










B.  Rumusan Masalah
Jadi berdasarkan latar belakang yang tertulis di atas maka rumusan masalah yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah :
1.  Bagaimanakah Peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia I ?
2.  Bagaimanakah Peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia II ?

C.  Tujuan Penulisan
Jadi setelah membaca apa yang telah menjadi rumusan masalah di atas, makalah ini bertujuan :
1.   Untuk Mengetahui Bagaimanakah Peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia I.
2.   Untuk Mengetahui Bagaimanakah Peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.













BAB II
PEMBAHASAN

A.  Peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia I
Perang Dunia I terjadi pada tahun 1914-1918 yang merupakan pertempuran antara kekuataan negara yaitu Sekutu dengan kekuatan Pusat. Pada awalnya Sekutu terdiri atas Inggris, Prancis dan Rusia sedangkan dipihak Pusat ada negara Jerman dan gabungan negara Austria Hungria sedangkan Amerika Serikat bergabung pada kekuataan Sekutu baru pada tahun 1917.
Pada awalnya Amerika Serikat tidak terlibat secara langsung dalam perang hingga suatu saat Angkatan Laut Jerman menenggelamkan Kapal Amerika pada bulan April 1917 dan setelah kejadian tersebut Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap kekuatan Pusat yaitu Jerman dan Austria Hungaria. Pada bulan Juli 1918 Amerika Serikat bergabung dengan sekutu untuk menyerang kekuatan Pusat dengan jumlah tentara yang besar hingga kekuatan Pusat  mengundurkan diri dan Perang Dunia I berakhir pada tanggal 11 November 1918.
Amerika Serikat yang semula bersikap netral terhadap peperangan akhirnya melibatkan diri dengan bergabung ke blok Sekutu dan apa yang melatarbelakangi keterlibatn Amerika Serikat didalam Perang Dunia I dapat dirunut semasa kepemimpinan Presiden James Monroe yaitu presiden Amerika Serikat yang ke 5.Ia bahkan mengumumkan Doktrin yang berbunyi negara negara yang berada dibenua Amerika tidak boleh dijajah lagi oleh negara Eropa dan Doktrin tersebut menjadi dasar kebijakan politik Amerika Serikat. Pada saat meletusnya perang dunia I Amerika Serikat kebanjiran pemebelian senjata dan peralatan perang dari para kontestan perang dunia I baik itu dari Triple Entene maupun Triple Aliance khususnya Inggris dan Jerman.
Perang dunia I bermula di Eropa pada tahun 1914. Amerika Serikat pada mulanya tidak ikut serta dalam perang dunia I mereka memiliki hak netral untuk tidak berpihak pada sisi manapun walaupun kedua blok tersebut mempengaruhi Amerika Serikat untuk masuk ke bloknya tetapi Presiden Woodrow Wilson menolaknya dan Presiden Wilson lebih fokus kepada masalah yang ada didalam negeri. pada 4 Agustus 1914 Presiden Wilson mengumumkan netralitas Amerika Serikat pada perang dunia I.
Setelah Amerika Serikat menyatakan netralitasnya , pemerintah Jerman melakukan aksi menentang hukum internasional dan membahayakan warga negara serta Keamanan Amerika Serikat diwilayah lautan. Jerman berpendapat bahwa wilayah inggris merupakan zona perang dan akan menenggelamkan setiap kapal yang berlayar disana. Amerika Serikat memprotes kebijakan itu dan menyatakan bahwa akan melindungi setiap kapal dan warga negaranya yang berlayar dilaut tersebut dan mengancam tidak akan mentoleransi tindakan Jerman ketika 128 warga Amerika Serikat tewas dalam tragedi penenggelaman Kapal Lusitania oleh Jerman. pemerintah Jerman saat itu khawatir akan adanya pernyataan perang dari Amerika Serikat dan Amerika Serikat sempat mengultimatum akan memutuskan hubungan dengan Jerman atas kasus tersebut.
Melihat kebiadaban Jerman terutama dalam perang kapal selamnya Amerika serikat yakin bahwa kemenangan Jerman akan menyebabkan bahaya merajalelanya Militerisme di Eropa dan akan mengancam keamanan Amerika Serikat. Pada 4 mei 1916 pemerintah Jerman berjanji akan membatasi perang kapal selamnya sesuai dengan tuntutan amerika serikat dan tampaknya persoalan terkait penenggelaman Kapal Lusitania sudah terselesaikan dan Presiden Wilson masih tetap mempertahankan kebijakan netral negaranya dalam perang dunia I setelah membuat kebijakan tersebut Presiden Wilson semakin populer dikalangan rakyat dan pada 1917 dia terpilih lagi menjadi Presiden.
Setelah memulai masa jabatan keduanya  Presiden Wilson terus melanjutkan kebijakan netralitasnya namun seruan damai untuk negara yang berperang itu tidak membuahkan hasil malah pada 1917 Jerman melakukan perang kapal selam tidak terbatas yang memakan korban kapal kapal Amerika Serikat. Tanpa basa basi Presiden Wilson langsung mengusir Duta Besar Jerman dari Amerika Serikat dan memutuskan hubungan diplomasi dengan negara itu. hal itu dijawab oleh Jerman dengan menenggelamkna 6 kapal Amerika Serikat dalam waktu tidak lebih dari dua bulan.
Melihat Jerman mulai menentang Amerika Serikat, Presiden Wilson mendesak kongres untuk menyatakan perang.Amerika serikat langsung melakukan mobilisasi massa untuk berperang di Eropa, kongres mulai membuat perencanaan untuk memenangkan perang dengan memperbesar angkatan perang dengan perekrutan kaum laki laki yang sehat jasmani dan rohani masuk dalam wajib militer  dan untuk mendukung hal tersebut kongres meningkatkan anggaran milter sampai angka miliaran dan pajak dinaikan disemua sisi. Semua profesi dialihkan dengan tujuan kemenangan dalam perang. seluruh aspek kehidupan di Amerika Serikat diatur sedemikian ketatnya demi konsentrasi pemenangan perang.
Presiden Wilson sangat piawai dalam membawakan tujuan perang pada rakyatnya dan dunia. Pada april 1917 ia mengatakan bahwa Amerika Serikat berperang karena beberapa pertimbangan yaitu dunia harus aman untuk berdemokrasi. Kami tidak mempunyai tujuan pibadi, kami tidak menginginkan untuk menguasai sebuah negara, kami tidak meminta ganti rugi atau konpensasi materil namun kami adalah satu dari pemenang hak asasi manusia.
Kebijakan Presiden Wilson dirasa sesuai dengan semangat perdamaian yang diterapkan Amerika Serikat sebelumnya yaitu Amerika Serikat menolak segala intervensi pihak Eropa di Amerika dan Amerika akan berperang hanya bila terlebih dulu diserang dan tidak akan memulai pertempuran. Presiden Wilson bahkan saat itu tidak langsung menyerang jerman ketika banyak rakyatnya mati pada insiden kapal Lusitania tetapi pada saat Jerman sudah merajalela Amerika baru menyatakan perang.
Presiden Wilson berpidato bahwa negara dan properti Amerika Serikat adalah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah Amerika Serikat, perusakan semua itu berarti pertanda permusuhan.dalam kasus jerman ini memang bukan wilayah yang diserang tetapi kapal kapal dagang Amerika Serikat dan Presiden menganggap itu adalah pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia dan Hak Hidup dan itu menjadi alasan yang kuat untuk Amerika Serikat ikut dalam Perang Dunia I.
Pada saat itu pihak Sekutu yang sudah diambang kekalahan mulai bangkit lagi dengan kedatangan tentara Amerika Serikat. Pada Oktober 1918 pasukan Amerika Serikat sebanyak 1.750.000 lebih sudah berada di Prancis sebaliknya pasukan Pusat yang terdiri dari Jerman, Austria Hungaria, Bulgaria dan Turki mulai kewalahan setelah 4 tahun berperang dan hampir menang. Pasukan Amerika Serikat yang masih segar bugar bergabung dengan pihak Sekutu untuk menyerang blok Pusat. Dibawah jendral John J. Pershing mereka memukul pasukan Jerman dari garis Hidenburg dan menduduki wilayah luas Meusse Argonne. Dilaut Marinir Amerika Serikat membantu Inggris menghancurkan blokade dari pihak Pusat. Pada musin panas 1918 ketika pasukan Jerman mulai terdesak mereka memohon kepada Amerika Serikat untuk berunding dan Amerka Serikat menyetujui usulan dari Jerman itu dengan ditandatanganinya perjanjian Versailles 1918 dan dengan perjanjian itu berakhirlah perang dunia  I.

B.  Peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia II
Perang Dunia II terjadi pada tahun 1939-1945 bermula ketika Jerman menyerang Polandia kemudian Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman sedangkan untuk Amerika Serikat memasuki kancah peperangan baru pada tahun 1941 setelah Jepang memporak porandakan markas Angkatan Laut Amerika Serikat di Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941 dan berhasil menenggelamkan 21 Kapal Amerika dan Amerika Serikat bergabung dengan Inggris dan Prancis
Amerika Serikat pada Perang Dunia II terlibat dalam perang Pasifik. Presiden Amerika Serikat Pada saat itu Franklin D. Roosevelt tahu bahwa Jerman merupakan lawan yang lebih kuat dan harus dikalahkan terlebih dahulu walaupun yang menyerang Amerika Serikat pada saat itu adalah Jepang. Pada tahun 1942 tentara Amerika Serikat bergabung dengan Sekutu yang berada di Afrika Utara dan pada bulan Mei 1943 tentara Axis melarikan diri meninggalkan Afrika Utara, tentara Axis terdiri dari Jepang, Jerman dan Italia.
Pada bulan Juli 1943 tentara Amerika, Inggris dan Kanada menyerbu Italia serta Amerika Serikat dan Inggris mulai melakukan pemboman ke Jerman. Pada bulan November 1942 tentara Uni Soviet menghentikan langkah dan memukul mundur pasukan Jerman dan pada tahun 1944 Adolf Hitler menggunakan seluruh kekuataan nya untuk melawan Uni Soviet. Sampai pada tanggal 6 juni 1944 yang terkenal dengan hari D-Day Inggris, Amerika Serikat dan kekuataan Sekutu lainnya mendarat di Prancis Utara dan Jerman harus menghadapi lawan dari dua arah yaitu Prancis dan Uni Soviet. Uni soviet menyerbu Jerman dari Timur dan Inggris serta Amerika Serikat menyerbu Jerman dari Barat dan Selatan.
Di Fasifik Tentara Amerika Serikat memukul mundur Jepang dengan pertempuan yang sengit hingga Amerika Serikat berhasil menguasai pulau demi pulau di Fasifik. Amerika Serikat bergerak semakin mendekat dengan Jepang  dan pada awal tahun 1945 kota Axis di bom sehingga pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada sekutu dan pada tanggal 6 Agustus Amerika Serikat menjatuhkan bom dikota Hiroshima dan pada tanggal 9 Agustus 1945 bom atom dijauhkan dikota Nagasaki dan Jepang resmi menyerah pada tanggal 14 Agustus 1945 dan pada saat jepang menyerah itulah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. berakhirnya perang dunia II ini membuat Amerika Serikat dan uni soviet muncul menjadi kekuataan yang sangat besar.
Awalnya Amerika Serikat menyatakan mereka tidak ingin terlibat dalam Perang Dunia II. Sebagian besar warga Amerika merasa Amerika Serikat sebaiknya tetap netral. Akan tetapi, karena  pengeboman Pearl Harbour oleh Jepang, pada tanggal 8 desember 1941 telah membawa Amerika kepada perang dunia ke II di daerah Pasifik.
Pengeboman ini dilakukan kala itu angkatan laut Jepang menyerang markas Angkatan Laut Amerika secara tiba-tiba di Hawai. Dampak serangan ini rusak dan tenggelamnya kurang lebih 20 buah kapal tempur Amerika, 188 pesawat terbang rusak dan 2.403 korban jiwa. Dipihak Jepang hanya kehilangan 55 buah pesawat tempur dari 441 pesawat yang dipakai.
Pada 26 November 1941 diperintah oleh laksamana Chaichi Naguma Jepang meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril dan menuju Pearl Habour. Pada tanggal 7 Desember 1941, kapal terbang angkatan tersebut mengebom semua pangkalan militer Amerika Serikat di Kepulauan Hawai. Hampir semua kapal terbang Amerika Serikat dimusnahkan di atas tanah, hanya beberapa pejuang berhasil lolos dan bertempur. 12 kapal perang dan kapal lain ditenggelamkan atau rusak, 188 kapal terbang dimusnahkan, 155 telah rusak dan 2.403 orang Amerika kehilangan nyawanya. Kapal perang SS Arizona diledakkan dan tenggelam menyebabkan 1.100 orang kehilangan nyawa.Strategi yang digunakan angkatan Jepang berlayar ke arah Pearl Harbour tanpa pemberitahuan sampai saat-saat terakhir. Tujuan serangan Pearl Habour adalah melumpuhkan Angkatan Laut Amerika di Pasifik, walaupun untuk sementara.
Presiden F.D Roosevelt menandatangani Deklarasi perang terhadap Jepang pada hari berikutnya selepas serangan. serangan Pearl Harbour bertindak sebagai sesuatu yang menggerakkan sebuah negara untuk bertindak serta merta yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh negara lain. Dalam waktu semalam saja, ia menyatukan seluruh Amerika dengan tujuan berperang dan memenangkan peperangan dengan Jepang, dan kemungkinan mendorong kedudukan penyerahan tanpa syarat yang ditekankan oleh pihak sekutu.
Pada tanggal 8 Desember 1941 Kongres Amerika serikat menyatakan perang atas Jepang. Pemerintah Amerika serikat meneruskan pengerahan tentara dan mulai beralih kepada ekonomi perang. Permasalahan teknis adalah kenapa Jerman menyatakan perang atas Amerika Serikat pada 11 Desember 1941 sejurus selepas serangan Jepang. Ini pasti menggandakan kemarahan penduduk Amerika dan membenarkan Amerika untuk memberikan bantuannya kepada Britania Raya. Meskipun berhasil menenggelamkan kapal Amerika, tidak membantu Jepang dalam jangka panjang. Karena serangan tersebut membuat Amerika terlibat penuh dalam perang dunia Ke II, mendorong kekalahan blok poros.
Negara dengan cepat melakukan mobilisasi rakyat dan seluruh kapasitas industrinya. Pada tanggal 6 Januari 1942, Presiden Roosevelt mengumumkan target produksi yang mengejutkan. Tahun itu ditargetkan harus selesai 60.000 pesawat, 45.000 tank, 20.000 meriam anti pesawat, dan 18 juta ton pengiriman niaga.seluruh kegiatan nasional yang meliputi pertanian, manufaktur, pertambangan, perdagangan, tenaga kerja, investasi, komunikasi, bahkan pendidikan dan kegiatan budaya berlangsung di bawah pengawasan baru yang menyeluruh. Negara mengumpulkan uang dalam jumlah besar dan menciptakan industri baru untuk produksi kapal, kendaraan lapis baja, dan pesawat secara massal. Perekrutan juga berlangsung. Di bawah serangkaian peraturan wajib militer, Amerika Serikat menjadikan angkatan bersenjatanya punya berkekuatan total 15.100.000. Pada akhir 1943, sekitar 65 juta pria dan wanita menjadi tentara atau bekerja di bidang yang berhubungan dengan perang.
Tak lama setelah Amerika Serikat ikut berperang, Sekutu barat memutuskan untuk memusatkan upaya militer mereka di Eropa, di mana pusat kekuatan musuh berada, sementara wilayah Pasifik dinomorduakan. Pada musim semi dan panas tahun 1942, tentara Inggris bisa menahan masuknya Jerman ke Mesir dan menekan Jenderal Jerman Erwin Rommel untuk mundur ke Libya sehingga lenyaplah ancaman Terusan Suez, yang menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah.
Tanggal 7 November 1942, tentara Amerika mendarat di Afrika utara jajahan Perancis, dan setelah pertempuran habis habisan, berhasil menimpakan kekalahan besar kepada tentara Italia dan Jerman. Tahun 1942 juga merupakan titik balik di Medan Tempur Timur, dimana Uni Soviet dengan kerugian luar biasa berhasil menghentikan invasi Jerman di gerbang Leningrad dan Moskow serta dapat mengalahkan pasukan Jerman di Stalingrad.
Pada bulan Juli 1943, pasukan Inggris dan Amerika menduduki Sisilia dan akhir musim panas, pesisir selatan Laut Tengah dibersihkan dari kekuatan Fasis. Pasukan Sekutu mendarat di Italia dan meskipun pemerintah Italia menyerah tanpa syarat, pertempuran melawan tentara Jerman di Italia berlangsung sengit dan berlarut larut. Sementara pertempuran masih berlangsung di Italia, pasukan Sekutu melakukan serbuan udara terhadap jalur kereta, pabrik – pabrik, penyimpanan senjata Jerman serta pesediaan minyak Jerman di Ploesti, Rumania.
Pada akhir 1943, tentara Sekutu setelah melakukan perdebatan panjang mengenai strategi, memutuskan untuk membuka medan tempur Barat untuk memaksa Jerman mengalihkan lebih banyak tentaranya dari medan tempur Rusia. Jenderal Amerika Serikat, Dwight D. Eisenhower ditunjuk sebagai Panglima tertinggi Sekutu di Eropa.
Setelah melalui persiapan luar biasa, pada tanggal 6 Juni 1944 rombongan pertama invasi tentara Amerika Serikat, Inggris dan Kanada yang dilindungi angkatan udara yang hebat, mendarat di pantai Normandia di utara Perancis. Dengan pendirian benteng di pantai setelah terjadi pertempuran sengit, maka banyak tentara yang masuk dan banyak satuan tentara Jerman yang ditangkap setelah terkepung oleh gerakan capit kepiting.
Tentara Sekutu mulai bergerak melintasi Perancis menuju Jerman.tanggal 25 Agustus 1944 Paris berhasil dibebaskan. Di perbatasan Jerman, tentara Sekutu dihadang oleh perlawanan keras , namun tentara Sekutu berhasil maju ke Jerman dari arah barat. Tentara Jerman bertekuk lutut di hadapan tentara Rusia bagian timur. Tanggal 8 Mei 1945, semua kekuatan angkatan darat, laut, dan udara Third Reich yang tersisa menyerah.
Sementara itu, tentara Amerika Serikat bergerak maju di Pasifik. Walau pasukan Amerika Serikat dipaksa menyerah di Filipina pada awal 1942, tentara Sekutu menyerang pada bulan bulan berikutnya. Pada bulan April, Jenderal James Doolittle memimpin pasukan pengebom Amerika Serikat menyerang Tokyo. Secara militer serangan ini berdampak kecil.
Dalam pertempuran Laut karang yang merupakan pertempuran laut pertama di mana seluruh pertarungan dilakukan oleh pesawat yang lepas landas dari kapal induk. Angkatan laut Jepang menderita kerugian besar sehingga mereka terpaksa membatalkan ide untuk menyerbu Australia. Pertempuran Midway di tengah – tengah Samudra Pasifik menjadi titik balik bagi Sekutu, dimana tentara Jepang untuk pertama kali kalah besar. Jepang kehilangan empat kapal induk sehingga langkahnya menyeberangi Pasifik tengah terhenti.
Perang di Pasifik terus berlanjut setelah Jerman menyerah, dan pertempuran pertempuran pamungkas di Pasifik terhitung paling dasyat. Pada awal Juni 1944, Pertempuran Laut Filipina meluluhlantakan Angkatan Laut Jepang, memaksa Perdana Menteri Jepang Tojo mundur dari jabatannya. Jenderal Douglas Mac Arthur yang dua tahun sebelumnya dengan terpaksa meninggalkan Filipina agar tidak ditangkap Jepang. Mereka datang kembali untuk melancarkan Angkatan Laut Amerika Serikat. Pertempuran Teluk Leyte berakhir dengan kekalahan Angkatan Laut Jepang dan mengembalikan kendali perairan Filipina ke tangan Sekutu.
Pada bulan Februari 1945, tentara Amerika Serikat telah mengambil alih Manila. Amerika Serikat mengincar Pulau Iwo Jima di Kepulaun Bonin, yang terletak di tengah – tengah antara Kepulauan Mariana dan Jepang. Namun, Jepang tetap bersikukuh mempertahankan pulau tersebut dengan memanfaatkan pulau tersebut dengan memanfaatkan gua gua alami dan dataran berkarang. Pengeboman Amerika Serikat mendapat perlawanan keras Jepang di darat dan serangan bunuh diri kamikaze di udara. Pasukan Amerika Serikat merebut pulau tersebut pada pertengahan Maret, namun harus kehilangan 6.000 nyawa marinirnya, sementara itu hampir seluruh tentara Jepang tewas.
Sejak saat itu Amerika Serikat memulai serangan udara besar besaran ke pelabuhan dan bandara di Jepang. Dari Mei hingga Agustus, Angkatan Udara ke 20 melancarkan gelombang serangan ke pulau Jepang. Kepala pemerintahan Amerika Serikat, Inggris, dan Soviet bertemu di Postdam, sebuah daerah di pinggir kota Berlin, mulai 17 Juli hingga 2 Agustus 1945 untuk membahas operasi melawan Jepang, kesepakatan damai di Eropa, dan kebijakan untuk masa depan Jerman.
Sehari menjelang Konferensi Postdam mulai, sebuah bom atom diledakkan di Alamogordo, New Mexico. Peristiwa ini menandai titik puncak riset intensif selama tiga tahun di sejumlah laboratorium di seluruh penjuru Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Proyek Manhattan ( The Manhattan Project ). Presiden Truman, yang memperhitungkan bahwa bom atom bisa memaksa Jepang menyerah lebih cepat dengan jumlah korban lebih sedikit dibandingkan invasi darat, memerintahkan penggunaan bom tersebut bila Jepang tidak menyerah juga hingga tanggal 3 Agustus. Sekutu mengumumkan Deklarasi Postdam pada tanggal 26 Juli, menjanjikan tidak akan mengahncurkan atau memperbudak Jepang bila mereka menyerah. Namun, bila tidak Jepang akan menjumpai kehancuran total.
Sebuah komite yang terdiri dari pejabat militer, pejabat politik, serta ilmuwan Amerika Serikat mempertimbangkan sasaran senjata baru tersebut. Truman telah menuliskan bahwa hanya instalasi militer yang boleh diserang. Menteri Perang Henry L. Stimson, misalnya sukses berargumentasi bahwa Kyoto, ibukota kuno Jepang dan tempat penyimpanan sejumlah besar kekayaan Negara dan agama, tidak dijadikan sasaran. Hiroshima, pusat industry perang dan operasi militer, akhirnya terpilih.
Tanggal 6 Agustus, pesawat Amerika Serikat, Enola Gay menjatuhkan bom atom ke kota Hiroshima. Tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan kali ini di Nagasaki. Bangsa Amerika lega karena bom tersebut mempercepat proses berakhirnya perang. Kesadaran akan daya hancurnya yang luar biasa baru muncul kemudian. Tanggal 14 Agustus, Jepang menyetujui syarat syarat yang ditetapkan Postdam. Tanggal 2 September 1945, Jepang secara resmi menyerah.
Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of Surrender di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.





BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Perang Dunia I bermula di Eropa pada tahun 1914.Amerika sendiri pada awalnya tidak ikut serta dalam perang dunia itu.Mereka merasa bahwa mereka mempunyai hak netral untuk tidak berpihak pada sisi manapun.Namun kenyataannya dalam menghadapi Perang Dunia I yang terjadi di Eropa, politik luar negeri Amerika Serikat dihadapkan pada dilema.Pertama, Amerika Serikat ingin tetap berpegang pada prinsip netral yang dianutnya untuk tidak melibatkan diri dengan perang yang terjadi di luar wilayah teritorialnya.Namun demikian, kepentingan perdagangannya di kawasan tersebut terancam karena serangan-serangan negara-negara yang bertikai.
Para diplomat Amerika Serikat dihadapkan pada dua pililian antara tetap mempertahankan sikap netralnya dengan menjamin kepentingan ekonominya di kawasan tersebut yang berarti melibatkan diri dalam peperangan.Kedua, setelah meletusnya perang, Amerika Serikat dihadapkan pada tuntutan negara-negara Eropa untuk memberikan bantuan ekonomi terhadap para pengusaha Eropa.Bantuan tersebut adalah untuk kepentingan ekonomi AS sendiri yang memperoleh keuntungan dari perdagangannya dengan para penguasaha Eropa.Hal ini menjadi dilema karena apabila Amerika Serikat memberikan pinjaman kepada negara yang sedang bertikai berarti Amerika Serikat telah melanggar sikap netralnya.
Pada akhirnya Dalam praktek, seringkali sikap netral Amerika Serikat dalam politik luar negerinya bertentangan dengan kepentingannnya sendiri.Menurut sejarawan, sikap tersebut menunjukkan ketidakkonsistenan Amerika Serikat dalam mempertahankan prinsip politik luar negerinya.kurang bisa menjaga sifat netralnya, hal ini terbukti dengan adanya kegiatan jual beli senjata yang melibatkan Amerika Serikat, Itali dan Ethoupia.Sehingga hal ini sedikit banyak mendorong Amerika Serikat ikut terjun dalam perang Dunia yang tengah berkecambuk.Yang pada akhirnya, Amerika serikat dengan terang-terangan mendeklamasikan diri sebagai salah satu pihak yang ikut berperang dalam Perang Dunia I dan bergabung dengan pihak Sekutu.
Pengeboman Pearl Harbour oleh Jepang, pada tanggal 8 desember 1941 telah membawa Amerika kepada perang dunia ke II di daerah pasifik. Pengeboman ini dilakukan. kala itu angkatan laut Jepang menyerang markas Angkatan Laut Amerika secara tiba-tiba di Hawai. Sehingga membuet keterlibatan amerika serikat dalam perang dunia II, masyarakat pada saat itu Amerika sedang cemas mengamati jalannya perang di Eropa, ketegangan semakin meningkat di Asia. Setelah mengambil kesempatan untuk memperbaiki posisi strategi nya, Jepang dengan percaya dirinya menyatakan bahawa mereka akan berkuasa di seluruh daratan Pasifik.
Tanggal 6 Agustus, pesawat Amerika Serikat, Enola Gay menjatuhkan bom atom ke kota Hiroshima. Tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan kali ini di Nagasaki. Bangsa Amerika lega karena bom tersebut mempercepat proses berakhirnya perang. Kesadaran akan daya hancurnya yang luar biasa baru muncul kemudian. Tanggal 14 Agustus, Jepang menyetujui syarat – syarat yang ditetapkan Postdam. Tanggal 2 September 1945, Jepang secara resmi menyerah.

B.  Saran
Kami selaku penulis mengharapakan kritik dan saran apabila terdapat kesalahan kata dalam penulisan makalah ini. Kritik dan saran yang membangun akan menjadikan kami lebih baik ke depannya dalam penulisan makalah.harapan kami dengan ditulisnya makalah ini bisa berguna bagi kita semua untuk menambah ilmu pengetahuan terutama dibidang sejarah amerika.kurang dan lebihnya tentang makalah ini kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar besarnya.



DAFTAR PUSTAKA
Krisnadi, IG. (2012). Sejarah Amerika Serikat. Yogyakarta: Ombak
Prawoto, Budi. (2008). Perang dan Pertempuran. Yogyakarta: CV. Empat Pilar Pendidikan

Pramudit, Dyah. (2008). Dunia Dalam Sejarah. Yogyakarta: CV. Empat Pilar Pendidikan

PEMBELAJARAN BERORIENTASI AKTIVITAS SISWA

Sejarah adalah mempelajari pengalaman masa lalu untuk dijadikan pelajaran untuk masa depan agar kita tidak jatuh kedalam kesalahan yang sama pada masa depan.



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pada awalnya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Stategi tersebut dimaksudkan agar peperangan dapat dimenangkan dengan rencana yang telah disusun. Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin tingginya tingkat peradapan manusia banyak bidang-bidang lainnya yang membutuhkan strategi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Contohnya, pada bidang ekonomi dibutuhkan strategi pemasaran yang baik agar produk yang dijual laku dipasaran.
Begitu pula dengan dunia pendidikan yang dalam hal ini adalah pembelajaran di dalam kelas juga membutuhkan sebuah strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Strategi tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi yang ada dilapangan. Strategi pembelajaran  inilah yang akan membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi tersebut dapat disesuaikan dengan pijakan yang diambil oleh guru.seorang pendidik harus bisa menyusun strategi dengan matang sebelum memberi pembelajaran kepada siswa agar tujuan yang kita inginkan bisa tercapai dengan semaksimal mungkin.
Seiring dengan perkembangan ilmu pendidikan yang juga mengakibatkan adanya perkembangan dalam dunia pendidikan maka muncul banyak sekali pijakan yang dapat digunakan oleh guru dan juga macam strategi yang dapat digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa. Banyak guru yang belum paham mengenai strategi pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa. Oleh karena hal tersebut makalah ini akan membahas mengenai strategi pembelajaran khususnya yakni pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa. Dan semoga makalah ini akan bermanfaat bagi generasi guru masa depan.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang tertulis di atas maka rumusan masalah yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah :
1.   Bagaimanakah Konsep dan Tujuan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa ?
2.   Seperti Apakah Peran Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa ?
3.   Bagaimanakah Penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa dalam proses Pembelajaran ?
4.   Apa Sajakah Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa ?

C.  Tujuan
Setelah membaca apa yang telah menjadi rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
1.   Untuk mengetahui Bagaimanakah Konsep dan Tujuan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa.
2.   Untuk mengetahui Seperti Apakah Peran Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa.
3.   Untuk mengetahui Bagaimanakah Penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa dalam proses Pembelajaran.
4.     Apa Sajakah Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa.






BAB II
PEMBAHASAN

Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa
Dalam standar proses pendidikan pembelajaran didesain untuk membelajarkan siswa artinya sistem pendidikan menempatkan siswa sebagai subjek belajar dengan kata lain pembelajaran ditekankan atau berorientasi dengan aktivitas siswa.
Ada beberapa asumsi perlunya pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa.pertama asumsi filosofis tentang pendidikan.pendidikan merupakan upaya sadar mengembangkan manusia menuju kedewaaan baik kedewasaan intelektual, kedewasaan sosial maupun kedewasaan moral.oleh karena itu proses pendidikan tidak hanya mengembangkan intelektual saja tetapi mencakup seluruh potensi yang dimiliki anak didik dengan demikian hakikat pendidikan pada dasarnya adalah : (a) interaksi manusia; (b) pembinaan dan pengembangan potensi manusia; (c) berlangsung sepanjang hayat; (d) kesesuaian dengan kemampuan dan tingkat perkembangan siswa; (e) keseimbangan antara kebebasan subjek didik dan wibawa guru; dan (f) peningkatan kualitas hidup manusia.
Kedua ,asumsi tentang siswa sebagai subjek pendidikan yaitu : (a) siswa bukanlah manusia dalam ukuran mini akan tetapi manusia yang sedang dalam proses perkembangan; (b) setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda; (c) anak didik pada dasarnya adalah insan yang aktif, kreatif dan dinamis dalam menghadapi lingkungannya; (d) anak didik memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhannya.asumsi tersebut menggambarkan bahwa anak didik bukanlah objek yang harus dijejali dengan informasi tetapi mereka adalah subjek yang memiliki potensi dan proses pembelajaran seharusnya diarahkan untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki anak itu.

Ketiga , asumsi tentang guru adalah : (a) guru bertanggung jawaab atas tercapainya hasil belajar peserta didik; (b) guru mempunyai kemampuan profesional dalam mengajar; (c) guru mempunyai kode etik keguruan ; (d) guru memiliki peran sebagai sumber belajar dan pemimpin dalam belajar yang memunginkan terciptanya kondisi yang baik bagi siswa dalam belajar.
Keempat, asumsi yang berkaitan dengan proses pengajaran adalah : (a) bahwa proses pengajaran dilakukan dan dilaksanakan sebagai suatu sistem; (b) peristiwa belajar akan terjadi manakala anak didik berinteraksi dengan lingkungan yang diatur oleh guru; (c) proses pengajaran akan lebih aktif apabila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdaya guna; (d) pengajaran memberikan tekanan kepada proses dan produk secara seimbang; (e) inti proses pengajaran adalah kegiatan belajar siswa secara optimal.
Dalam pandangan psikologi modern belajar bukanlah hanya sekedar menghapal sejumlah fakta dan informasi akan tetapi peristiwa mental dan proses pengalaman.oleh karena itu setiap proses pembelajaran menuntut keterlibatan intelektual emosional siwa melalui asimilasi dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan tindakan, pengetahuan serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan ( motorik, kognitif dan sosial ), penghayatan serta internalisasi nilai nilai dalam pembentukan sikap.

A.  Konsep dan Tujuan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa
Pembelajaran berorientasi aktivitas siswa dapat dipandang sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara seimbang.
Dari konsep ada dua hal yang harus dipahami.pertama dipandang dari sisi proses pembelajaran, pembelajaran berorientasi aktivas siswa menekankan kepada aktivitas siswa secara optimal, artinya pembelajaran berorientasi aktivas siswa menghendaki keseimbangan antara aktivitas fisik, mental, termasuk emosional dan aktivitas intelektual.oleh karena itu kadar pembelajaran berorientasi aktivitas siswa tidak hanya bisa dilihat dari aktivitas fisik saja akan tetapi juga aktivitas mental dan intelektual.seorang siswa yang tampaknya hanya mendengarkan saja tidak berarti memiliki kadar pembelajaran berorientasi aktivis yang rendah dibandingkan dengan seseorang yang sibuk mencatat.sebab mungkin saja yang duduk itu secara mental ia aktif misalnya menyimak, menganalisis dalam pikirannya dan menginternalisasi nilai dari setiap informasi yang disampaikan.sebaliknya siswa yang sibuk mencatat tak bisa dikatakan memiliki kadar pembelajaran berorientasi aktivisas siswa yang tinggi jika yang bersangkutan hanya sekedar secara fisik aktif mencatat, tidak diikuti oleh aktivitas mental dan emosi.
Kedua, dipandang dari sisi belajar pembelajaran berorientasi aktivitas siswa menghendaki hasil belajar yang seimbang dan terpadu antara kemampuan intelektual (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor).artinya dalam pembelajaran berorientasi aktivitas siswa pemebentukan siswa secara utuh merupakan tujuan utama dalam proses pembelajaran.Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa tidak menghendaki pembentukan siswa yang secara intelektual cerdas tanpa diimbangi oleh sikap dan keterampilan.akan tetapi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa bertujuan membentuk siswa yang cerdas sekaligus siswa yang memiliki sikap positif dan secara motorik terampil, misalnya kemampuan mengeneralisasi, kemampuan mengamati, kemampuan mencari data, kemampuan untuk menemukan, menganalisis, mengomunikasikan hasil penemuan dan lainnya.aspek aspek sebagai inilah yang diharapkan dapat dihasilkan dari pendekatan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa.
Dari konsep diatas maka jelas bahwa pendekatan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa berbeda dengan proses pembelajaran yang selama ini banyak berlangsung.selama ini proses pembelajaran banyak diarahkan kepda proses menghapalkan informasi yang disajikan guru.ukuran keberhasilan pembelajaran adalah sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran; apakah materi itu dipahami untuk kebutuhan hidup setiap siswa, apakah siswa bisa menangkap hubungan materi yang dihapal itu dengan pengembangan potensi yang dimilikinya bukan tidak menjadi soal, yang penting siswa dapat mengungkapkan kembali apa yang telah dipelajarinya oleh sebab itu, tidak heran kalau proses pembelajaran yang selama ini digunakan tidak memerhatikan hakikat mata pelajaran yang disajikan misalnya untuk pelajaran agama yang semestinya diarahkan untuk mengembangkan sikap dan nilai nilai kehidupan sebagi bekal untuk dapat bertindak dan berprilaku dimasyarakat sesuai dengan norma norma atau sitem nilai yang berlaku, tidak pernah terjadi.
Kedua mata pelajaran ini berfungsi sama dengan mata pelajaran lain, yaitu mengembangkan intelektual siswa dengan menghafal materi pelajaran.dari penjelasan diatas maka Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa sebagai salah satu bentuk inovasi dalam memperbaiki kualitas proses belajar mengajar bertujuan untuk membantu peserta didik agar bisa belajar mandiri dan kreatif, sehingga ia dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri.dengan kemampuan itu diharapkan lulusan menjadi anggota massyarakat yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang di cita citakan.sedangkan secara khusus pendekatan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa bertujuan , pertama meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna artinya melalui Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa, siswa tidak hanya dituntut untuk menguassai sejumlah informasi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan informasi itu untuk kehidupannya.kedua, mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya artinya melalui Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa diharapkan tidak hanya kemampuan intelektual saja ynag berkembang tetapi juga seluruh pribadi siswa termasuk sikap dan mental.
Dihubungkan dengan tujuan pendidikan nasional yang ingin dicapai yang bukan hanya membentuk manusia yang cerdas akan tetapi juga lebih penting adalah membentuk manusia yang bertaqwa dan memiliki keterampilan disamping memiliki sikap budi pekerti yang luhur, maka Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa merupakan pendekatan yang sangat cocok untuk dikembangkan tinggal sekarang, bagaimana menerapkan konsep Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa ini dalam sistem pembelajaran.

B.  Peran Guru dalam Implmentasi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa.
Kekeliuran yang kerap muncul adalah adanya anggapan bahwa Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa peran guru semakin kurang.anggapan semacam ini tentu saja tidak tepat, sebab walaupun Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa didesain untuk meningkatkan aktivitas siswa tidak berarti mengakibatkan kurangnya peran dan tanggung jawab guru.baik guru maupun siswa sama sama harus berperan secara penuh oleh karena peran mereka sama sama sebagai subjek belajar.adapun yang membedakan hanya terletak pada tugas apa yang harus dilakukan misalnya ketika siswa melaksanakan diskusi kelompok aau mengerjakan tugas, tidak berarti guru hanya diam dan duduk dikursi sambil membaca koran akan tetapi secara aktif guru harus melakukan kontrol dan memberi bantuan kepada siswa yang memerlukannya.
Dalam implementasi Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa guru tidak berperan sebagai satu satunya sumber belajar yang bertugas menuangkan materi pelajaran kepada siswa, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menfasilitasi agar siswa belajar.oleh karna itu penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa menuntut guru untuk kreatif dan inovatif sehingga mampu menyesuaikan kegiatan mengajarnya dengan gaya dan karakteristik belajar siswa.untuk itu ada beberapa kegiatan yang dilakukan guru diantara adalah :
a.    Mengemukan berbagai alternatif tujuan pembelajaran yang harus dicapai sebelum kegiatan pembelajaran dimulai artinya akan tetapi diharapkan siswa pun terlibat dalm menentukan dan merumuskannya.
b.   Menyusun tugas tugas belajar bersama siswa artinya tugas tugas apa yang sebaiknya dikerjakan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, tidak hanya ditentukan guru akan tetapi melibatkan siswa.hal ini penting dilakukan untuk memupuk tanggung jawab siswa.biasanya manakala siswa terlibat dalam menentukan jenis tugas dan batas akhir penyelesaiannya siswa akan lebih bertanggung jawab untuk mengerjakannya.
c.    Memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan dengan pemberitahuan rencana pembelajaran maka siswa akan semakin paham apa yang harus dilakukan.hal ini dapat mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan kretif.
d.   Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa yang memerlukannya. guru perlu menyadari bahwa siswa memiliki kemampuan yang sangat beragam oleh karena keragamannya itulah guru perlu melakukan kontrol kepada siswa untuk melayani setiap siswa terutama siswa yang dianggap lambat dalam belajar.
e.    Memberikan motivasi, mendorong siswa untuk belajar, membimbing dan lain sebagainya melalui pengajuan pertanyaan.dalam Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa pertanyaan tidak semata mata berfungsi untuk menguji kemampuan siswa akan tetapi lebih dari itu.melalui pertanyaan guru dapat mendorong siswa agar siswa termotivasi untuk belajar atau melalui pertanyaan pula guru dapat membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif.oleh karena itu kemampuan yang berhubungan dengan berbagai ketrampilan bertanya harus dimiliki oleh guru.
f.    Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan.dalam implementasi Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa guru tidak menyimpulkan sendiri pokok bahasan yang telah dipelajarinya.proses dan kesimpulan apa yang dapat ditarik sebaiknya diserahkan kepada siswa.guru berperan hanya sebagai pembantu dan pengarah dalam merumuskan kesimpulan.
Selain peran peran diatas masih banyak tugas lain yang menjadi tanggung jawab guru misalnya manakala siswa memerlukan suatu informasi tertentu maka guru berkewajiban untuk menunjukan dimana informasi itu dapat diperoleh siswa dengan demikian guru tidak menempatkan diri sebagai sumber informasi tetapi berperan sebagai penunjuk dan fasilatator dalam memanfaatkan sumber belajar.

C.  Penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran
Dalam kegiatan belajar mengajar Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan, berdidkusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan, memecahkan masalah dan lain sebagainya.keaktifan siswa itu ada yang secara langsung dapat diamati seperti mengerjakan tugas, berdiskusi, mengumpulkan data dan lain sebagainnya akan tetapi juaga ada yang tidak bisa diamati seperti kegiatan mendengarkan dan menyimak.kadar Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik semata akan tetapi ditentukan juga oleh aktivitas nonfisik seperti mental, intelektual dan emosional.oleh sebab itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa dalam belajar hanya siswa yang mengetahuinya secara pasti.kita tidak dapat memastikan bahwa siswa yang diam mendengarkan penjelasan tidak berarti tidak Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa demikian juga sebaliknya belum tentu siswa secara fisik aktif memiliki kadar aktivitas mental yang tinggi pula.
Namun demikian salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk mengetahui apakah suatu proses pembelajaan memiliki kadar pembelajaran Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa yang tinggi, sedang atau lemah dapat kita lihat dari kriteria penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa dalam proses pembelajaran.kriteria tersebut menggambarkan sejauh mana keterlibatan siswa dalam pembelajaran baik dalam perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran maupun dalam mengevaluasi hasil pembelajaran.semakin siswa terlibat dalam ketiga aspek tersebut maka kadar Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa semakin tinggi.
1.   Kadar PBAS dilihat dari proses perencanaan.
a)   Adanya keterlibatan siswa dalam merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta pengalaman dan motivasi yang dimiliki sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kegiatan pembelajaran.

b)   Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan pembelajaran.
c)   Adanya keterlibatan siswa dalam menentukan dan memilih sumber belajar yang diperlukan.
d)   Adanya keterlibatan siswa dalam menentukan dan mengadakan media pembelajaran yang akan digunakan.
2.   Kadar Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa dilihat dari proses pembelajaran
a)   Adanya keterlibatan siswa baik secara fisik, mental , emosional maupun intelektual dalam proses pembelajaran.hal ini dapat dilihat dari tingginya perhatian serta motivasi siswa untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
b)   Siswa belajar secara langsung (experiential learning).dalam proses pembelajaran secara langsung konsep dan prinsip diberikan melalui pengalaman nyata seperti merasakan, meraba, mengoperasikan, melakukan sendiri dan lain sebagainya demikian juga pengalaman itu bisa dilakukan dalam bentuk kerjasama dan interaksi dalam kelompok.
c)   Adanya keinginan siswa untuk menciptakan ikim belajar yang kondusif.
d)   Keterlibatan siswa dalam mencari dan memanfaatkan setiap sumber belajar yang tersedia yang dianggap relavan dengan tujuan pembelajaran.
e)   Adanya keterlibatan siswa dalam melakukan prakarsa seperti menjawab dan mengajukan pertanyaan, berusaha memecahkan masalah yang diajukan atau  yang timbul selama proses pembelajaran berlangsung.
f)    Terjadinya interaksi yang multi-arah, baik antara siswa dengan siswa atau antara guru dan siswa. Interaksi ini juga ditandai dengan keterlibatan semua siswa secara merata. Artinya, pembicaraan atau proses tanya jawab tidak didominasi oleh siswa siswa tertentu.
3.   Kadar Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa ditinjau dari kegiatan evaluasi pembelajaran
a)   Adanya keterlibatan siswa untuk mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah dilakukannya.
b)   Keterlibatan siswa secara mandiri untuk melaksanakan kegiatan semacam tes dan tugas tugas yang harus dikerjakannya.
c)   Kemauan siswa untuk menyusun laporan baik tertulis maupun lisan berkenaan dengan hasil belajar yang diperolehnya.

D.  Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa
keberhasilan penerapan PBAS dalam proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
a.    Guru
dalam proses pembelajaran dalam kelas guru merupakan ujung tombak yang sangat menentukan keberhasilan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa karena guru merupakan orang yang berhadapan langsung dengan siswa.ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa dipandang dari sudut guru yaitu kemampuan guru, sikap profesionalitas guru, latar belakang pendidikan guru dan pengalaman mengajar.
1)   kemampuan guru
kemampuan guru merupakan faktor pertama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa.guru yang memiliki kemampuan yang tinggi akan bersifat kreatif dan inovatif  yang selamanya akan mencoba mencoba dan mencoba menerapkan berbagai penemuan baru yang dianggap lebih baik untuk mengajarkan siswa.
Kemampuan guru itu bukan hanya dalam tataran desain perencanaan pembelajaran akan tetapi juga dalam proses dan evaluasi pembelajaran.dalam aspek perencanaan misalnya guru dituntut untuk mampu mendesain perencanaan yang memungkinkan secara terbuka siswa dapat belajar sesuai dengan minat dan bakatnya seperti kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran, kemampuan menyusun dan menyajikan materi atau pengalaman belajar siswa, kemampuan untuk merancang desain pembelajaran yang tepat sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, kemampuan menentukan dan memanfaatkan media dan sumber belajar, serta kemampuan menentukan alat evaluasi yang tepat untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran.
Kemampuan dalam proses pembelajaran berhubungan erat dengan bagaimana cara guru mengimplementasikan perencanaan pembelajaran yang mencakup kemampuan menerapkan keterampilan dasar mengajar dan ketrampilan mengembangkan berbagai model pembelajaran yang dianggap mutakhir.ketrampilan dasar mengajar yang harus dimiliki seperti ketrampilan bertanya, ketrampilan variasi stimulus, ketrampilan membuka dan menutup pelajaran, kemampuan memberikan penguatan (reinforcement) dan lain sebagainya. sedangkan ketrampilan mengembangkan model pembelajaran contohnya mengembangkan model inkuiri, discovery, model ketrampilan proses, model pembelajaran, model klinis, advance organizer dan lain sebagainya.
2)   Sikap profesional guru
Sikap profesional guru berhubungan dengan motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajarnya guru yang profesional selamanya akan berusaha untuk mencapai hasi yang optimal.ia tidak akan merasa puas dengan hasil yang telah dicapai.oleh karenanya ia akan selalu belajar untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan dan meningkakan kemampuan dan ketrampilannya misalnya dengan melacak berbagai sumber belajar melalui kegiatan membaca, mengikuti kegiatan kegiatan ilmiah seperti seminar, diskusi, simposium dan sebagainya serta melacak informasi dengan memanfaatkan hasil hasil teknologi seperti televisi, radio, komputer sampai kepada internet.penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang menuntut aktivitas siswa secara penuh dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh tingkat profesional guru. Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa tidak akan berhasil di implementasikan oleh guru yang memiliki motivasi yang rendah.
3)   Latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar guru
Latar belakang pendidikan dan pengalamn mengajar guru akan sangat pengaruh terhadap implementasi Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa. Dengan latar pendidikan yang tinggi memungkinkan guru memiliki pandangan wawasan yang luas terhadap variabel variabel pembelajaran seperti pemahaman tentang psikologi anak, pemahaman terhadap unsur lingkungan dan gaya belajar siswa, pemahaman tentang berbagai model dan metode pembelajaran.
Guru yang memiliki tentang psikologi anak akan di tandai oleh perasaan menghargai terhadap seluruh usaha siswa. Dengan demikian ia tidak akan menempatkan siswa sebagai objek yang harus di jejali dengan materi pembelajaran akan tetapi ia akan memandang siswa sebagai subjek belajar yang memilik potensi untuk dikembangakan sehingga ia akan mendesain proses pembelajaran yang dapat siswa aktif dan kreatif dalam proses pengalaman belajar.
Demikian juga halnya dengan pengalaman mengajar. Guru yang memiliki jam terbang mengajar yang tinggi memungkinkan ia lebih mengenal berbagai hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
b.   Sarana Belajar
keberhasilan implemenasi PBAS juga dapat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana belajar. Yang termasuk ketersediaan sarana itu meliputi ruang kelas dan seting tempat duduk siswa , media, dan sumber belajar.
1.   Ruang Kelas
Kondisi ruang kelas merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa ruang kelas yang terlalu sempit akan mempengaruhi kenyamanan siswa dalam belajar. Demikian juga halnya dengan penataan kelas kelas yang tidak ditata dengan rapi tanpa ada gambar yang menyegarkan, ventilasi yang kurang memadai , dan sebagainya akan menyebabkan siswa cepat lelah dan bergairah dalam belajar.
Yang juga harus diperhatikan dalam penataan ruang kelas adalah desain tempat duduk siswa. Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa yang menghendaki siswa aktif dalam belajar sebaiknya tempat duduk tidak bersifat statis tetapi seharusnya dinamis. Artinya, tempat duduk didesain agar dapat di pindah pindah sehingga bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
2.   media dan sumber belajar
Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan  multi metode dan multi media artinya, melalui Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa siswa memungkinkan untuk belajar dari sumber informasi secara mandiri baik dari media grafis seperti buku, majalah , surat kabar, buletin, dan lain lain atau dari media elektronik seperti radio,televisi, film slide , video, komputer, atau mungkin dari internet oleh karena itu keberhasilan penerapan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa akan sangat dipengaruhi oleh kesediaan pemanfaatan media dan sumber belajar.
c.    lingkungan belajar
Lingkungan belajar faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa ada dua hal yang termasuk kedalam faktor lingkungan belajar yaitu lingkungan fisik dan psikologis. Lingkungan fisik meliputi keadaan dan kondisi sekolah misalnya jumlah kelas laboratorium, perpustakaan, kantin, kamar kecil yang tersedia serta dimana lokasi sekolah itu berada. Apabila sekolah  yang berada dekat terminal atau pasar yang bising tentu saja akan mempengaruhi kenyamanan anak dalam belajar.
Yang termasuk dalam lingkungan fisik ini juga adalah keadaan dan jumlah guru. Keadaan guru misalnya adalah kesesuaian bidang studi yang melatar belakangi pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diberikannya. Seorang guru lulusan pendidikan teknik misalnya akan mempengaruhi kinerjanya manakala ia mengajar bidang olahraga. Demikiannya juga seorang yang tidak pernah belajar ilmu keguruan tidak akan optimal manakala harus mengajar didepan kelas bagaimanapun hebatnya kualitas orang tersebut.
Yang dimaksud dengan lingkungan psikologis adalah iklim sosial yang ada dilingkungan sekolah itu misalnya, keharmonisan hubungan antara guru dengan guru , antara guru dengan kepala sekolah, teermasuk keharmonisan antara pihak sekolah dengan siswa. Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa merupakan pendekatan pembelajaran yang memerlukan usaha dari setiap orang yang terlibat. Oleh karena itu, tidak mungkin Pembelajaran Berorientasi Aktifitas Siswa dapat diimplementasikan dengan sempurna manakala tidak terjalin hubungan yang baik antara semua pihak yang terlibat.









BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dalam strategi pembelajaran berorientassi aktifitas siswa, proses belajar bukanlah hanya sekedar menghapal sejumlah fakta dan informasi akan tetapi peristiwa mental dan proses pengalaman.oleh karena itu setiap proses pembelajaran menuntut keterlibatan intelektual emosional siwa melalui asimilasi dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan tindakan, pengetahuan serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan ( motorik, kognitif dan sosial ), penghayatan serta internalisasi nilai nilai dalam pembentukan sikap.
Selain itu dalam proses pembelajaran ini guru memiliki peran dan tanggung jawab misalnya manakala siswa memerlukan suatu informasi tertentu maka guru berkewajiban untuk menunjukan dimana informasi itu dapat diperoleh siswa dengan demikian guru tidak menempatkan diri sebagai sumber informasi tetapi berperan sebagai penunjuk dan fasilatator dalam memanfaatkan sumber belajar.
Jadi kesimpulan dari makalah ini adalah bagai mana cara untuk menyatukan memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara seimbang.supaya menghasilkan kualitas belajar yang lebih baik kepada siswa supaya mereka bisa memahami dan menerapkan sistem perpaduan antara berbagai aspek yang ada yang sudah diberikan oleh bapaka ibu guru guna menigkatkan aktifitas ataupun keaktifan siswa dalam sekolah
B.  Saran
Kami selaku penulis mengharapakan kritik dan saran apabila terdapat kesalahan kata dalam penulisan makalah ini. Kritik dan saran yang membangun akan menjadikan kami lebih baik ke depannya dalam penulisan makalah.harapan kami dengan ditulisnya makalah ini bisa berguna bagi kita semua untuk menambah ilmu pengetahuan terutama dibidang strategi pembelajaran sejarah.kurang dan lebihnya tentang makalah ini kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Rusman. (2014). Model model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media
Silberman, Melvin. (2011). Active Learning 101 Cara Belajar Aktif. Bandung: Nusa Media

Sunarto. (2012). Icebreaker dalam Pembelajaran Aktif. Surakarta: Cakrawala Media